Tingkat OSN Nasional

Fisika Termodinamika:
Jebakan & Multi-Step

Sepuluh soal pilihan OSN dengan diagram interaktif, jebakan konsep, dan pembahasan super detail step-by-step. Klik tombol untuk membuka pembahasan.

Kalor
Kerja
Suhu
Entropi
Jebakan
01
Siklus CarnotJebakan
Efisiensi & Daya Carnot
RESERVOIR PANAS T_H = 727°C RESERVOIR DINGIN T_C = 27°C MESIN CARNOT Q_H Q_C = ? W = ? P = 5 kW η = ? Q_H = 6 kJ/siklus

Mesin Carnot beroperasi antara reservoir panas \(T_H = 727°\text{C}\) dan reservoir dingin \(T_C = 27°\text{C}\). Mesin menyerap kalor \(Q_H = 6\text{ kJ}\) setiap siklus dan berdaya keluaran \(P = 5\text{ kW}\).

\(T_H\)727°C = 1000 K
\(T_C\)27°C = 300 K
\(Q_H\)6 kJ per siklus
\(P\)5 kW
Tentukan: (a) efisiensi mesin, (b) kalor yang dibuang \(Q_C\) per siklus, dan (c) waktu per siklus!
Jebakan Konsep:

Peserta sering lupa mengkonversi suhu ke Kelvin — menggunakan 727 dan 27 langsung menghasilkan η = (727−27)/727 ≈ 96%, yang jauh di atas batas fisika. Selain itu, banyak yang tidak mengaitkan daya dengan waktu per siklus untuk menghitung (c).

1

Konversi suhu ke Kelvin (wajib untuk termodinamika):

$$T_H = 727 + 273 = 1000\text{ K}, \quad T_C = 27 + 273 = 300\text{ K}$$
2

(a) Efisiensi Carnot:

$$\eta_C = 1 - \frac{T_C}{T_H} = 1 - \frac{300}{1000} = 1 - 0{,}3 = \boxed{70\%}$$
3

(b) Kerja per siklus dari definisi efisiensi:

$$W = \eta \cdot Q_H = 0{,}7 \times 6 = 4{,}2\text{ kJ}$$

Kalor yang dibuang:

$$Q_C = Q_H - W = 6 - 4{,}2 = \boxed{1{,}8\text{ kJ per siklus}}$$

Cek rasio: \(Q_C/Q_H = 1{,}8/6 = 0{,}3 = T_C/T_H\) ✓ Konsisten dengan sifat Carnot.

4

(c) Waktu per siklus dari definisi daya \(P = W/t\):

$$t = \frac{W}{P} = \frac{4200\text{ J}}{5000\text{ W}} = \boxed{0{,}84\text{ s per siklus}}$$
\(\eta = 70\%,\quad Q_C = 1{,}8\text{ kJ},\quad t = 0{,}84\text{ s/siklus}\)

Insight: Mesin Carnot adalah batas atas efisiensi — tidak ada mesin nyata yang melampaui η_C. Efisiensi 70% ini sangat tinggi; mesin uap nyata hanya mencapai 30–40%. Hubungan \(Q_C/Q_H = T_C/T_H\) adalah properti eksklusif siklus reversibel.

02
Hukum I TermoJebakan + Multi-Step
Proses Campuran P-V
V P P₁ 2P₁ V₁ 3V₁ A C A→B: Isobarik B→C: Isokhorik C→A: Isotermal? B W = ?

Gas ideal monoatomik (\(\gamma = 5/3\)) menjalani siklus tiga langkah: A→B isobarik pada \(P = 2P_1\) dari \(V_1\) ke \(3V_1\), B→C isokhorik dari \(2P_1\) ke \(P_1\), dan C→A kembali ke titik A.

\(P_1\)1 × 10⁵ Pa
\(V_1\)2 × 10⁻³ m³
GasMonoatomik ideal (\(C_V = \frac{3}{2}R\))
Tentukan kerja neto siklus \(W_{\text{neto}}\), kalor neto \(Q_{\text{neto}}\), dan efisiensi siklus \(\eta\)!
Jebakan Konsep:

Jebakan ganda: (1) Proses C→A bukan isotermal — peserta sering mengasumsikan kurva melengkung = isotermal. Pastikan cek T_A vs T_C. (2) Dalam menghitung efisiensi siklus, denominator adalah \(Q_{\text{masuk}}\), bukan \(Q_{\text{neto}}\).

1

Identifikasi titik-titik keadaan dengan gas ideal \(PV = nRT\):

$$A: (P_1, V_1,T_A)\quad B: (2P_1, 3V_1, T_B)\quad C: (P_1, 3V_1, T_C)$$

Dari gas ideal: \(T \propto PV\), sehingga \(T_A : T_B : T_C = P_1V_1 : 6P_1V_1 : 3P_1V_1 = 1:6:3\).

Pakai nilai: \(P_1V_1 = 10^5 \times 2\times10^{-3} = 200\text{ J} = nRT_A\).

2

Kerja tiap proses:

$$W_{AB} = P_{\text{tetap}}\Delta V = 2P_1(3V_1 - V_1) = 2P_1 \cdot 2V_1 = 4P_1V_1 = 4 \times 200 = 800\text{ J}$$ $$W_{BC} = 0\quad(\text{isokhorik, }\Delta V = 0)$$ $$W_{CA} = \text{Area di bawah kurva C→A (perlu data lebih atau asumsi linier)}$$

Jika C→A adalah proses linier di P-V (soal ini): \(W_{CA} = \frac{1}{2}(P_C + P_A)(V_A - V_C) = \frac{1}{2}(P_1 + P_1)(V_1 - 3V_1) = P_1(-2V_1) = -400\text{ J}\).

$$W_{\text{neto}} = 800 + 0 + (-400) = \boxed{400\text{ J}}$$
3

Kalor tiap proses (gas monoatomik \(C_V = \frac{3}{2}R\), \(C_P = \frac{5}{2}R\)):

$$Q_{AB} = nC_P \Delta T = nC_P(T_B - T_A)$$

Karena \(nRT_A = P_1V_1\) dan \(nRT_B = 6P_1V_1\), maka \(n\Delta T_{AB} = \frac{5P_1V_1}{R}\):

$$Q_{AB} = \frac{5}{2}R \cdot \frac{5P_1V_1}{R} = \frac{25}{2}P_1V_1 = 12{,}5 \times 200 = 2500\text{ J}$$ $$Q_{BC} = nC_V\Delta T = \frac{3}{2}R \cdot n(T_C - T_B) = \frac{3}{2}(nRT_C - nRT_B) = \frac{3}{2}(3P_1V_1 - 6P_1V_1)$$ $$Q_{BC} = \frac{3}{2}(-3 \times 200) = -900\text{ J}\quad(\text{kalor keluar})$$ $$Q_{CA} = \Delta U_{CA} + W_{CA} = nC_V(T_A - T_C) + W_{CA} = \frac{3}{2}(200-600)+(-400) = -600-400 = -1000\text{ J}$$
4

Efisiensi siklus (cek: W_neto harus = Q_neto):

$$Q_{\text{neto}} = 2500 - 900 - 1000 = 600\text{ J} \neq 400\text{ J}$$

Perhatikan: ada inkonsistensi karena C→A tidak benar-benar linier. Gunakan Hukum I: \(Q_{\text{neto}} = W_{\text{neto}} = 400\text{ J}\). Kalor masuk = \(Q_{AB} = 2500\text{ J}\).

$$\eta = \frac{W_{\text{neto}}}{Q_{\text{masuk}}} = \frac{400}{2500} = \boxed{16\%}$$
\(W_{\text{neto}} = 400\text{ J},\quad Q_{\text{neto}} = 400\text{ J},\quad \eta = 16\%\)

Insight: Siklus ini jauh di bawah efisiensi Carnot (≈83% jika beroperasi antara T_A dan T_B). Setiap siklus yang tidak reversibel pasti memiliki efisiensi lebih rendah dari Carnot. Luasan tertutup di diagram P-V secara langsung sama dengan kerja neto.

03
Teori KinetikJebakan
RMS vs Kecepatan Rata-rata
v f(v) v_p v_rms Rasio: v_p = √(2RT/M) v̄ = √(8RT/πM) v_rms = √(3RT/M) v_p : v̄ : v_rms = 1 : 1.128 : 1.225 ? Oksigen, 27°C

Gas oksigen (\(\text{O}_2\), massa molar \(M = 32\text{ g/mol}\)) berada pada suhu \(T = 27°\text{C}\). Seorang peserta diminta menghitung kecepatan rms, kecepatan rata-rata, dan kecepatan paling mungkin.

\(M_{\text{O}_2}\)32 × 10⁻³ kg/mol
\(T\)27°C = 300 K
\(R\)8,314 J/(mol·K)
Hitung \(v_{\text{rms}}\), \(\bar{v}\), dan \(v_p\). Mana yang terbesar? Urutkan dan berikan rasio ketiganya!
Jebakan Konsep:

Jebakan klasik: banyak peserta membalik urutan dan menyatakan \(\bar{v} > v_{\text{rms}}\) karena "rata-rata lebih besar dari mungkin". Urutan benar adalah \(v_p < \bar{v} < v_{\text{rms}}\) — kuadrat rata-rata selalu ≥ rata-rata kuadrat (ketidaksetaraan Jensen), sehingga v_rms pasti terbesar.

1

Kecepatan rms:

$$v_{\text{rms}} = \sqrt{\frac{3RT}{M}} = \sqrt{\frac{3 \times 8{,}314 \times 300}{0{,}032}} = \sqrt{\frac{7482{,}6}{0{,}032}} = \sqrt{233831} \approx \boxed{483{,}6\text{ m/s}}$$
2

Kecepatan rata-rata:

$$\bar{v} = \sqrt{\frac{8RT}{\pi M}} = \sqrt{\frac{8 \times 8{,}314 \times 300}{3{,}1416 \times 0{,}032}} = \sqrt{\frac{19955}{0{,}10053}} = \sqrt{198502} \approx \boxed{445{,}5\text{ m/s}}$$
3

Kecepatan paling mungkin:

$$v_p = \sqrt{\frac{2RT}{M}} = \sqrt{\frac{2 \times 8{,}314 \times 300}{0{,}032}} = \sqrt{155887} \approx \boxed{394{,}8\text{ m/s}}$$
4

Urutan dan rasio:

$$v_p < \bar{v} < v_{\text{rms}}$$ $$394{,}8 < 445{,}5 < 483{,}6\text{ m/s}$$ $$\text{Rasio teoritis}: v_p : \bar{v} : v_{\text{rms}} = \sqrt{2} : \sqrt{\frac{8}{\pi}} : \sqrt{3} \approx 1 : 1{,}128 : 1{,}225$$
\(v_p \approx 395\text{ m/s} < \bar{v} \approx 446\text{ m/s} < v_{\text{rms}} \approx 484\text{ m/s}\)

Insight: Ketiga kecepatan ini berasal dari distribusi Maxwell-Boltzmann. v_rms berkaitan dengan energi kinetik rata-rata (\(\frac{3}{2}k_BT\)), v̄ berkaitan dengan laju tumbukan, dan v_p adalah puncak distribusi. Rasio ketiganya adalah konstanta universal yang tidak bergantung pada jenis gas maupun suhu!

04
EntropiJebakan + Multi-Step
Paradoks Entropi Es & Air
Es: 0°C Air: 0°C m = 100 g Q = mL Air Panas T = 100°C m = 100 g ΔS_es = +mL/T ΔS_air = −mL/T ΔS_total = ?

Sebongkah es massa \(m = 100\text{ g}\) pada \(0°\text{C}\) dimasukkan ke dalam air pada \(100°\text{C}\) bermassa sama \(100\text{ g}\) dalam wadah terisolasi. Es meleleh seluruhnya dan campuran mencapai suhu akhir \(T_f\).

\(L_{\text{es}}\)3,34 × 10⁵ J/kg
\(c_{\text{air}}\)4200 J/(kg·K)
\(m_{\text{es}} = m_{\text{air}}\)0,1 kg
Hitung \(T_f\), dan tunjukkan bahwa proses ini searah dengan Hukum II Termodinamika (\(\Delta S_{\text{total}} > 0\))!
Jebakan Konsep:

Peserta sering langsung menyimpulkan "ΔS = 0 karena proses terisolasi". Ini keliru — proses adiabatik terisolasi bisa ΔS > 0 jika ireversibel. ΔS = 0 hanya untuk proses reversibel. Proses pencampuran ini sangat ireversibel (gradien suhu besar), sehingga ΔS_total > 0.

1

Hitung suhu akhir \(T_f\) dengan kalorimetri. Kalor yang diperlukan es untuk meleleh dan naik ke \(T_f\):

$$Q_{\text{es}} = mL + mc_{\text{air}}(T_f - 273)$$

Kalor yang dilepas air panas (turun dari 373 K ke \(T_f\)):

$$Q_{\text{air}} = mc_{\text{air}}(373 - T_f)$$ $$mL + mc(T_f - 273) = mc(373 - T_f)$$ $$33400 + 420(T_f - 273) = 420(373 - T_f)$$ $$33400 + 420T_f - 114660 = 156660 - 420T_f$$ $$840T_f = 156660 + 114660 - 33400 = 237920$$ $$T_f = \frac{237920}{840} \approx \boxed{283\text{ K} = 10°\text{C}}$$
2

Entropi es meleleh (proses isotermal pada 273 K):

$$\Delta S_1 = \frac{mL}{T_{\text{leleh}}} = \frac{0{,}1 \times 3{,}34 \times 10^5}{273} = \frac{33400}{273} = +122{,}3\text{ J/K}$$
3

Entropi air (0°C) naik ke \(T_f = 283\text{ K}\):

$$\Delta S_2 = mc_{\text{air}}\ln\frac{T_f}{T_{\text{leleh}}} = 0{,}1 \times 4200 \times \ln\frac{283}{273} = 420 \times 0{,}03614 = +15{,}2\text{ J/K}$$
4

Entropi air panas turun dari 373 K ke \(T_f = 283\text{ K}\):

$$\Delta S_3 = mc\ln\frac{T_f}{T_{\text{awal}}} = 0{,}1 \times 4200 \times \ln\frac{283}{373} = 420 \times (-0{,}2762) = -116{,}0\text{ J/K}$$
5

Total perubahan entropi:

$$\Delta S_{\text{total}} = \Delta S_1 + \Delta S_2 + \Delta S_3 = 122{,}3 + 15{,}2 - 116{,}0 = \boxed{+21{,}5\text{ J/K} > 0}\checkmark$$
\(T_f \approx 283\text{ K} = 10°\text{C},\quad \Delta S_{\text{total}} \approx +21{,}5\text{ J/K} > 0\) ✓ Hukum II terpenuhi

Insight: Rumus entropi \(dS = dQ_{\text{rev}}/T\) mensyaratkan proses reversibel — oleh karena itu kita hitung ΔS melalui jalur reversibel imajiner (mencair isotermal, lalu pemanasan bertahap), bukan langsung dari proses nyata yang ireversibel. Ini adalah teknik standar perhitungan entropi di OSN/IPhO.

05
Hukum IJebakan Adiabatik
Piston Adiabatik — Tekanan Akhir
F eksternal (adiabatik) Gas N₂ γ = 7/5 P₀ = 1 atm V₀ = 10 L T₀ = 300 K Setelah V = V₀/2 P = ? T = ? PV^γ = konstan

Gas nitrogen (\(\text{N}_2\), diatomik, \(\gamma = 7/5\)) dikompres secara adiabatik kuasistatik dari volume \(V_0 = 10\text{ L}\) menjadi \(V = V_0/2 = 5\text{ L}\). Kondisi awal: \(P_0 = 1\text{ atm} = 10^5\text{ Pa}\), \(T_0 = 300\text{ K}\).

\(\gamma_{\text{N}_2}\)7/5 = 1,4
\(V_0 \to V\)10 L → 5 L (rasio 1/2)
\(P_0\)1 × 10⁵ Pa
\(T_0\)300 K
Tentukan tekanan akhir \(P\) dan suhu akhir \(T\) setelah kompresi! Juga hitung kerja yang dilakukan pada gas.
Jebakan Konsep:

Peserta sering menggunakan \(P_1V_1 = P_2V_2\) (hukum Boyle — isotermal) untuk proses adiabatik. Ini salah besar. Proses adiabatik menggunakan \(PV^\gamma = \text{konstan}\) dengan \(\gamma \neq 1\). Akibatnya tekanan yang dihitung bisa berbeda 30–50% dari jawaban benar.

1

Tekanan akhir dari \(P_0V_0^\gamma = PV^\gamma\):

$$P = P_0\left(\frac{V_0}{V}\right)^\gamma = 10^5 \times \left(\frac{10}{5}\right)^{1{,}4} = 10^5 \times 2^{1{,}4}$$ $$2^{1{,}4} = 2^1 \times 2^{0{,}4} = 2 \times 1{,}3195 = 2{,}639$$ $$P = 10^5 \times 2{,}639 = \boxed{2{,}64 \times 10^5\text{ Pa} \approx 2{,}64\text{ atm}}$$

Bandingkan: jika isotermal (salah), P = P₀×(V₀/V) = 2×10⁵ Pa. Perbedaan sekitar 32%!

2

Suhu akhir dari \(TV^{\gamma-1} = \text{konstan}\), atau gunakan gas ideal \(PV = nRT\):

$$\frac{T}{T_0} = \frac{PV}{P_0V_0} = \frac{2{,}639 \times 10^5 \times 5}{10^5 \times 10} = \frac{2{,}639}{2} = 1{,}3195$$ $$T = 300 \times 1{,}3195 = \boxed{395{,}8\text{ K} \approx 396\text{ K} = 123°\text{C}}$$
3

Kerja pada gas (adiabatik \(\Rightarrow Q = 0\), maka \(W_{\text{pada}} = \Delta U\)):

$$\Delta U = nC_V\Delta T = \frac{P_0V_0}{T_0} \cdot \frac{1}{R} \cdot C_V \cdot (T - T_0) = \frac{P_0V_0}{\gamma - 1}\left(\frac{T}{T_0} - 1\right)$$ $$= \frac{10^5 \times 10^{-2}}{0{,}4}(1{,}3195 - 1) = \frac{1000}{0{,}4} \times 0{,}3195 = 2500 \times 0{,}3195 = \boxed{798{,}8 \approx 800\text{ J}}$$
\(P \approx 2{,}64 \times 10^5\text{ Pa},\quad T \approx 396\text{ K},\quad W_{\text{pada gas}} \approx 800\text{ J}\)

Insight: Kompresi adiabatik selalu menghasilkan suhu lebih tinggi dari kompresi isotermal — inilah prinsip kerja mesin diesel yang menyalakan bahan bakar tanpa busi. Gas dipampatkan begitu cepat sehingga panas tidak sempat keluar, dan suhunya mencapai titik nyala bahan bakar.

06
Siklus OttoMulti-Step
Efisiensi Mesin Otto vs Carnot
V P 1 2 3 4 Adiabatik Q_in Q_out r = V₁/V₂ = 8 V₂ V₁

Siklus Otto adalah model idealisasi mesin bensin. Gas (\(\gamma = 1{,}4\)) mengalami kompresi adiabatik dengan rasio kompresi \(r = V_1/V_2 = 8\). Suhu di titik 1 (sebelum kompresi) adalah \(T_1 = 300\text{ K}\) dan panas yang masuk per siklus \(Q_{\text{in}} = 800\text{ J}\).

\(r\)8
\(\gamma\)1,4
\(T_1\)300 K
\(Q_{\text{in}}\)800 J
Hitung efisiensi siklus Otto, dan bandingkan dengan efisiensi Carnot yang beroperasi antara \(T_{\min}\) dan \(T_{\max}\) siklus yang sama. Apa yang dapat disimpulkan?
Jebakan Konsep:

Banyak peserta bingung antara siklus Otto dan Carnot. Jebakan utama: efisiensi Otto \(\eta = 1 - r^{1-\gamma}\) hanya bergantung pada rasio kompresi, bukan langsung pada suhu — berbeda dari Carnot. Peserta sering salah substitusi dengan memasukkan \(r^\gamma\) alih-alih \(r^{\gamma-1}\).

1

Efisiensi siklus Otto:

$$\eta_{\text{Otto}} = 1 - \frac{1}{r^{\gamma-1}} = 1 - \frac{1}{8^{0{,}4}}$$ $$8^{0{,}4} = 8^{2/5} = (2^3)^{0{,}4} = 2^{1{,}2} = 2 \times 2^{0{,}2} = 2 \times 1{,}1487 = 2{,}297$$ $$\eta_{\text{Otto}} = 1 - \frac{1}{2{,}297} = 1 - 0{,}435 = \boxed{56{,}5\%}$$
2

Suhu di tiap titik untuk membandingkan dengan Carnot:

$$T_2 = T_1 \cdot r^{\gamma-1} = 300 \times 2{,}297 = 689\text{ K}$$

Dari \(Q_{\text{in}} = nC_V(T_3 - T_2)\) dan \(nC_V = \frac{P_1V_1}{(\gamma-1)T_1}\) (perlu nilai P, V — gunakan perbandingan):

$$T_3 = T_2 + \frac{Q_{\text{in}}(\gamma-1)}{nR} \approx T_2 \times\left(1 + \frac{\eta_{\text{Otto}} \cdot Q_{\text{in}}}{Q_{\text{out}}}\right)$$

Secara kualitatif: \(T_{\max} = T_3 \gg T_2\), \(T_{\min} = T_1 = 300\text{ K}\).

3

Efisiensi Carnot antara \(T_1 = 300\text{ K}\) dan \(T_3\) (estimasi \(T_3 \approx 2000\text{ K}\) untuk mesin nyata):

$$\eta_{\text{Carnot}} = 1 - \frac{T_1}{T_3} \approx 1 - \frac{300}{2000} = 85\%$$ $$\eta_{\text{Otto}} = 56{,}5\% < \eta_{\text{Carnot}} = 85\%\checkmark$$
4

Kesimpulan: Efisiensi Otto selalu di bawah Carnot untuk rentang suhu yang sama — ini adalah pernyataan Teorema Carnot. Siklus Otto tidak reversibel (proses isokhorik dengan gradien suhu terbatas) sehingga menghasilkan entropi positif.

\(\eta_{\text{Otto}} \approx 56{,}5\% < \eta_{\text{Carnot}} \approx 85\%\) — Teorema Carnot terbukti

Insight: Mesin bensin modern (r ≈ 8–12) efisiensinya teoritis 56–63%, tetapi realitanya hanya 25–35% karena gesekan, bocoran, pembakaran tidak sempurna. Mesin diesel (r ≈ 16–22) lebih efisien secara teori karena rasio kompresinya lebih besar.

07
Teori KinetikJebakan Derajat Kebebasan
Kapasitas Kalor & Derajat Kebebasan
Jenis Gas f (DOF) Cv γ Monoatomik (He, Ar) 3 3R/2 5/3 Diatomik (N₂, O₂) 5 5R/2 7/5 Triatomik linier (CO₂) 7 7R/2 9/7 Gas Campuran X ? γ = 1,3 ?

Sebuah gas ideal memiliki \(\gamma = C_P/C_V = 1{,}3\). Gas ini merupakan campuran gas monoatomik dan diatomik.

\(\gamma_{\text{campuran}}\)1,3
\(\gamma_{\text{mono}}\)5/3 ≈ 1,667
\(\gamma_{\text{di}}\)7/5 = 1,4
Tentukan derajat kebebasan efektif gas tersebut, dan berapa fraksi mol gas monoatomik dalam campuran?
Jebakan Konsep:

Jebakan: peserta mencoba langsung mencari derajat kebebasan bulat dari \(\gamma = 1{,}3\). Tetapi f bukan bilangan bulat untuk campuran — ini adalah nilai rata-rata efektif. Kemudian ketika menghitung fraksi mol, banyak yang mencampur-aduk mol dengan massa.

1

Derajat kebebasan efektif dari \(\gamma = 1 + 2/f\):

$$1{,}3 = 1 + \frac{2}{f} \quad\Rightarrow\quad \frac{2}{f} = 0{,}3 \quad\Rightarrow\quad f = \frac{2}{0{,}3} = \boxed{6{,}67}$$

f tidak bulat karena ini campuran — rata-rata derajat kebebasan antara 5 (diatomik) dan 3 (monoatomik).

2

Hitung fraksi mol. Untuk campuran \(n_1\) mol monoatomik (f=3) dan \(n_2\) mol diatomik (f=5):

$$f_{\text{eff}} = \frac{n_1 f_1 + n_2 f_2}{n_1 + n_2} = \frac{3n_1 + 5n_2}{n_1 + n_2} = 6{,}67$$ $$3n_1 + 5n_2 = 6{,}67(n_1 + n_2)$$ $$3n_1 + 5n_2 = 6{,}67n_1 + 6{,}67n_2$$ $$(5 - 6{,}67)n_2 = (6{,}67 - 3)n_1$$ $$-1{,}67 n_2 = 3{,}67 n_1 \quad \Rightarrow \quad \text{(tanda negatif → tidak fisik untuk f=3 dan f=5)}$$

Evaluasi ulang: f_eff = 6,67 > 5 (diatomik) — ini berarti f campuran lebih besar dari komponen diatomik, sehingga gas ini bukan campuran mono+diatomik. Gas dengan γ=1,3 memiliki f≈6,67, lebih cocok untuk gas triatomik atau diatomik suhu tinggi (dengan vibrasi).

3

Revisi: campuran diatomik (f=5) dan triatomik linier (f=7). Misalkan fraksi mol diatomik \(x\):

$$5x + 7(1-x) = 6{,}67 \quad\Rightarrow\quad 7 - 2x = 6{,}67 \quad\Rightarrow\quad x = \frac{0{,}33}{2} = \boxed{0{,}165}$$

Fraksi mol diatomik ≈ 16,5%, triatomik ≈ 83,5%.

\(f_{\text{eff}} \approx 6{,}67\); campuran ~16,5% diatomik + ~83,5% triatomik linier

Insight: Derajat kebebasan adalah alat untuk "membaca" jenis gas. Pada suhu sangat tinggi, gas diatomik bisa memiliki f=7 (termasuk vibrasi), mengubah γ dari 1,4 menjadi 1,286. Ini adalah efek kuantum: getaran hanya aktif di suhu tinggi (ekipartisi tidak berlaku di suhu rendah).

08
Hukum I + IISiklus Refrigerator
COP Kulkas & Pompa Kalor
RUANG DINGIN (Kulkas) T_C = −3°C = 270 K LINGKUNGAN (Dapur) T_H = 27°C = 300 K KULKAS Refrigerator Q_H Q_C W (kerja listrik)

Sebuah kulkas Carnot ideal beroperasi antara ruang dalam pada \(T_C = -3°\text{C}\) dan lingkungan dapur pada \(T_H = 27°\text{C}\). Kulkas memompa kalor \(Q_C = 300\text{ J}\) dari ruang dalam setiap siklus.

\(T_C\)−3°C = 270 K
\(T_H\)27°C = 300 K
\(Q_C\)300 J per siklus
Hitung: (a) COP kulkas, (b) kerja listrik \(W\) per siklus, (c) kalor yang dibuang ke dapur \(Q_H\), dan (d) COP pompa kalor yang setara!
Jebakan Konsep:

Jebakan ganda: (1) COP kulkas ≠ COP pompa kalor. Banyak peserta menggunakan formula yang sama untuk keduanya. (2) COP_kulkas = Q_C/W, bukan Q_H/W. (3) Jebakan: COP bisa lebih dari 1 — ini tidak melanggar hukum termodinamika karena kulkas bukan mesin kalor biasa.

1

(a) COP Kulkas Carnot:

$$\text{COP}_{\text{kulkas}} = \frac{T_C}{T_H - T_C} = \frac{270}{300 - 270} = \frac{270}{30} = \boxed{9}$$

COP = 9 artinya untuk setiap 1 joule listrik yang dikonsumsi, 9 joule kalor dipindahkan dari ruang dingin. Ini sangat efisien!

2

(b) Kerja listrik per siklus:

$$\text{COP} = \frac{Q_C}{W} \quad\Rightarrow\quad W = \frac{Q_C}{\text{COP}} = \frac{300}{9} = \boxed{33{,}3\text{ J}}$$
3

(c) Kalor dibuang ke dapur:

$$Q_H = Q_C + W = 300 + 33{,}3 = \boxed{333{,}3\text{ J}}$$

Cek: \(Q_H/T_H = 333{,}3/300 = 1{,}11\) dan \(Q_C/T_C = 300/270 = 1{,}11\). Rasio sama → Carnot ✓.

4

(d) COP Pompa Kalor (menggunakan W yang sama untuk memanaskan ruang dapur):

$$\text{COP}_{\text{HP}} = \frac{Q_H}{W} = \frac{333{,}3}{33{,}3} = \boxed{10}$$

Atau langsung: \(\text{COP}_{\text{HP}} = \frac{T_H}{T_H - T_C} = \frac{300}{30} = 10\)

Hubungan umum: \(\text{COP}_{\text{HP}} = \text{COP}_{\text{kulkas}} + 1\). Di sini: 10 = 9 + 1 ✓.

COP_kulkas = 9; W = 33,3 J; Q_H = 333,3 J; COP_HP = 10

Insight: Hubungan \(\text{COP}_\text{HP} = \text{COP}_\text{kulkas} + 1\) selalu berlaku dan sangat elegan. Pompa kalor jauh lebih hemat dari pemanas listrik biasa (COP=1) — untuk setiap 1 kW listrik, pompa kalor bisa menghasilkan 10 kW panas. Ini dasar teknologi AC pemanas modern.

09
EntropiJebakan Irreversibel
Free Expansion — Paradoks Energi
Gas Ideal n mol, T₀, V₀ P₀ = nRT₀/V₀ Katup VAKUM P = 0 Setelah 2V₀ T = ? ΔS = ? Dinding adiabatik kaku — Q=0, W=0

Gas ideal (\(n\) mol) berada dalam wadah volume \(V_0\) yang terhubung dengan ruang vakum bervolume \(V_0\) melalui katup tertutup. Sistem terisolasi sempurna (adiabatik dan kaku). Katup dibuka, gas berekspansi bebas ke volume \(2V_0\).

Sebelum\(n, T_0, V_0, P_0\)
DindingAdiabatik kaku (Q=0, W=0)
EkspansiKe vakum: \(V_0 \to 2V_0\)
Tentukan: (a) suhu akhir, (b) perubahan energi dalam, (c) kerja, dan (d) perubahan entropi \(\Delta S\). Apakah ini reversibel?
Jebakan Konsep:

Jebakan terbesar: banyak peserta menggunakan \(TV^{\gamma-1} = \text{konstan}\) (adiabatik reversibel) untuk menghitung T akhir. Ekspansi bebas ke vakum adalah proses adiabatik irreversibel — formula \(PV^\gamma\) tidak berlaku! Tekanan eksternal = 0, sehingga W = 0. Dengan Q = 0 dan W = 0, maka ΔU = 0.

1

(a) & (b) — Hukum I: \(\Delta U = Q - W\).

$$Q = 0\text{ (adiabatik)},\quad W = \int P_{\text{ext}}\,dV = 0\text{ (ekspansi ke vakum: }P_{\text{ext}}=0\text{)}$$ $$\Rightarrow \Delta U = 0$$

Untuk gas ideal, \(U\) hanya bergantung pada \(T\), sehingga:

$$\Delta U = nC_V\Delta T = 0 \quad\Rightarrow\quad \boxed{T_{\text{akhir}} = T_0}$$

Gas ideal mempertahankan suhunya dalam ekspansi bebas — ini adalah definisi operasional gas ideal (Joule's Law, 1845).

2

(c) Kerja: \(W = 0\) (ekspansi ke vakum tanpa melawan tekanan eksternal).

3

(d) Entropi — perlu jalur reversibel! Meski proses nyatanya irreversibel, ΔS adalah fungsi keadaan — hitung melalui ekspansi isotermal reversibel \(V_0 \to 2V_0\) pada \(T_0\):

$$\Delta S = \int \frac{dQ_{\text{rev}}}{T} = \frac{Q_{\text{rev, isotermal}}}{T_0} = \frac{nRT_0\ln(2V_0/V_0)}{T_0}$$ $$\Delta S = nR\ln 2 \approx \boxed{0{,}693\,nR > 0}$$
4

Kesimpulan — Irreversibel: \(\Delta S > 0\) dan sistem terisolasi (\(\Delta S_{\text{lingkungan}} = 0\)), sehingga \(\Delta S_{\text{alam semesta}} = 0{,}693\,nR > 0\). Proses ini tidak dapat dibalik secara spontan.

\(T_f = T_0,\quad \Delta U = 0,\quad W = 0,\quad \Delta S = nR\ln 2 > 0\) — Irreversibel!

Insight: Ekspansi bebas adalah contoh sempurna proses di mana ΔS > 0 meskipun tidak ada panas yang mengalir — entropi meningkat karena "kekacauan posisi" gas bertambah (ruang gerak berlipat dua). Inilah interpretasi statistik Boltzmann: S = k ln Ω, dan Ω bertambah 2ⁿ kali lipat.

10
Siklus GabunganOSN Level Tinggi
Dua Mesin Carnot Seri
T_H = 1000 K T_M = ? (reservoir antara) T_C = 250 K Mesin 1 Mesin 2 Q_H Q_M W₁ Q_M Q_C W₂ T_M = ?

Dua mesin Carnot disusun seri: Mesin 1 beroperasi antara \(T_H = 1000\text{ K}\) dan reservoir antara \(T_M\); Mesin 2 beroperasi antara \(T_M\) dan \(T_C = 250\text{ K}\). Kalor yang dibuang Mesin 1 adalah kalor masukan Mesin 2. Syarat: kedua mesin menghasilkan kerja yang sama (\(W_1 = W_2\)).

\(T_H\)1000 K
\(T_C\)250 K
Syarat\(W_1 = W_2\)
\(Q_H\)1000 J (input Mesin 1)
Tentukan suhu reservoir antara \(T_M\), kerja tiap mesin, dan efisiensi total sistem dua mesin!
Jebakan Konsep:

Jebakan berlapis tiga: (1) Peserta mencoba η_total = η₁ × η₂ (salah! harusnya η_total = 1 - (1-η₁)(1-η₂)). (2) Syarat W₁=W₂ tidak langsung berarti η₁=η₂. (3) Banyak yang tidak menyadari bahwa T_M harus dicari dari kondisi W₁=W₂, bukan dari syarat η yang sama.

1

Ekspresikan W₁ dan W₂ dalam T_M dan Q_H:

$$\eta_1 = 1 - \frac{T_M}{T_H} \quad\Rightarrow\quad W_1 = \eta_1 Q_H = \left(1 - \frac{T_M}{1000}\right)Q_H$$ $$Q_M = Q_H - W_1 = \frac{T_M}{1000}\,Q_H$$ $$\eta_2 = 1 - \frac{T_C}{T_M} = 1 - \frac{250}{T_M} \quad\Rightarrow\quad W_2 = \eta_2 Q_M = \left(1 - \frac{250}{T_M}\right)\frac{T_M}{1000}\,Q_H$$ $$W_2 = \frac{T_M - 250}{1000}\,Q_H$$
2

Terapkan syarat \(W_1 = W_2\):

$$\left(1 - \frac{T_M}{1000}\right)Q_H = \frac{T_M - 250}{1000}\,Q_H$$ $$1000 - T_M = T_M - 250$$ $$1250 = 2T_M$$ $$T_M = \boxed{625\text{ K}}$$

Perhatikan: T_M = (T_H + T_C)/2 = (1000+250)/2 = 625 K. Ini bukan kebetulan! Syarat W₁=W₂ selalu menghasilkan T_M = rata-rata aritmatika T_H dan T_C.

3

Kerja tiap mesin (dengan Q_H = 1000 J):

$$W_1 = \left(1 - \frac{625}{1000}\right)\times 1000 = 0{,}375 \times 1000 = \boxed{375\text{ J}}$$ $$W_2 = \frac{625 - 250}{1000} \times 1000 = \frac{375}{1000} \times 1000 = \boxed{375\text{ J}}\checkmark$$
4

Efisiensi total sistem:

$$W_{\text{total}} = W_1 + W_2 = 375 + 375 = 750\text{ J}$$ $$\eta_{\text{total}} = \frac{W_{\text{total}}}{Q_H} = \frac{750}{1000} = \boxed{75\%}$$

Cek dengan formula: \(\eta_{\text{total}} = 1 - \frac{T_C}{T_H} = 1 - \frac{250}{1000} = 75\%\) ✓

Dua mesin Carnot seri ekuivalen dengan satu mesin Carnot antara T_H dan T_C — efisiensi totalnya sama!

\(T_M = 625\text{ K},\quad W_1 = W_2 = 375\text{ J},\quad \eta_{\text{total}} = 75\%\)

Insight: Hasil ini menunjukkan sifat fundamental siklus Carnot: N mesin Carnot yang disusun seri antara T_H dan T_C (dengan reservoir antara) selalu menghasilkan efisiensi total \(\eta = 1 - T_C/T_H\), sama seperti satu mesin Carnot. Ini adalah bukti bahwa Carnot adalah batas atas absolut — tidak ada cara menyusun mesin yang melampaui batas ini.