Tingkat OSN Nasional

Fisika Magnet:
Jebakan & Multi-Step

Sepuluh soal pilihan OSN bidang magnet & elektromagnetisme dengan diagram interaktif, jebakan konsep tersembunyi, dan pembahasan super detail. Klik tombol untuk membuka pembahasan.

Medan Magnet
Gaya Lorentz
Arus & Kawat
Induksi EMF
Jebakan Konsep
01
Gaya LorentzJebakan
Partikel Alpha di Medan B Seragam
B (masuk layar ⊗) ×××××× ×××××× ×××××× ×××××× v₀ α keluar d = 20 cm R = ?

Partikel alpha (\(q = +2e\), \(m = 4\,u\)) ditembakkan horizontal dengan kecepatan \(v_0\) ke dalam daerah bermedan magnet \(B = 0{,}2\text{ T}\) seragam tegak lurus masuk bidang. Partikel membentuk lintasan setengah lingkaran dan keluar berjarak \(d = 20\text{ cm}\) dari titik masuk.

\(q\)\(+2e = 3{,}2 \times 10^{-19}\text{ C}\)
\(m\)\(4 \times 1{,}67 \times 10^{-27}\text{ kg} = 6{,}68 \times 10^{-27}\text{ kg}\)
\(B\)\(0{,}2\text{ T}\)
\(d\)\(20\text{ cm} = 0{,}2\text{ m}\)
Tentukan kecepatan awal \(v_0\) dan energi kinetik partikel! Ke arah mana partikel membelok?
Jebakan Konsep:

Banyak siswa langsung menjawab \(R = d\), padahal \(d\) adalah diameter (jarak antara titik masuk dan keluar pada lintasan setengah lingkaran), sehingga \(R = d/2 = 10\text{ cm}\). Juga, banyak yang lupa menentukan arah membelok menggunakan kaidah tangan kanan / aturan \(\vec{F} = q\vec{v}\times\vec{B}\).

1

Tentukan jari-jari lintasan:

Titik masuk dan keluar terpisah sejauh \(d = 2R\) (diameter setengah lingkaran).

$$R = \frac{d}{2} = \frac{0{,}2}{2} = 0{,}1\text{ m}$$
2

Gunakan syarat gerak melingkar dalam medan magnet:

Gaya Lorentz = gaya sentripetal:

$$qv_0 B = \frac{mv_0^2}{R} \quad\Rightarrow\quad qB = \frac{mv_0}{R}$$ $$v_0 = \frac{qBR}{m} = \frac{3{,}2\times10^{-19} \times 0{,}2 \times 0{,}1}{6{,}68\times10^{-27}}$$ $$v_0 = \frac{6{,}4\times10^{-21}}{6{,}68\times10^{-27}} \approx 9{,}58 \times 10^{5}\text{ m/s}$$
3

Energi kinetik:

$$E_k = \frac{1}{2}mv_0^2 = \frac{1}{2}\times 6{,}68\times10^{-27}\times(9{,}58\times10^5)^2$$ $$E_k = \frac{1}{2}\times 6{,}68\times10^{-27}\times 9{,}178\times10^{11} \approx 3{,}06\times10^{-15}\text{ J} \approx 19{,}1\text{ keV}$$
4

Arah pembelokan: \(\vec{v} = +\hat{x}\) (ke kanan), \(\vec{B} = -\hat{z}\) (masuk layar). Muatan \(q>0\).

$$\vec{F} = q\vec{v}\times\vec{B} = q(v_0\hat{x})\times(-B\hat{z}) = -qv_0B(\hat{x}\times\hat{z}) = -qv_0B(-\hat{y}) = +qv_0B\hat{y}$$

Gaya awal ke atas → partikel membelok ke atas (membentuk setengah lingkaran di atas garis masuk).

\(v_0 \approx 9{,}58 \times 10^5\text{ m/s}\), \(E_k \approx 3{,}06 \times 10^{-15}\text{ J}\), partikel membelok ke atas

Insight: Jarak antara titik masuk dan keluar pada lintasan setengah lingkaran selalu = diameter, bukan jari-jari. Ini adalah jebakan klasik OSN. Selain itu, gaya Lorentz tidak melakukan usaha (tegak lurus \(\vec{v}\)), sehingga laju partikel konstan di seluruh lintasan.

02
Kawat SejajarMulti-Step
Tiga Kawat Sejajar — Kesetimbangan
I_A=6A A I_B=3A B I_C=? C x d − x d = 30 cm F_CA (tolak?) F_CB (tarik?)

Tiga kawat panjang sejajar A, B, dan C terletak pada satu bidang. Kawat A membawa arus \(I_A = 6\text{ A}\) ke atas, kawat B membawa \(I_B = 3\text{ A}\) ke atas, berjarak \(d = 30\text{ cm}\) satu sama lain. Kawat C berada di antara A dan B membawa arus ke bawah.

\(I_A\)6 A (ke atas)
\(I_B\)3 A (ke atas)
\(d\)30 cm
\(\mu_0\)\(4\pi \times 10^{-7}\text{ T·m/A}\)
Di manakah posisi kawat C (jarak dari A) agar gaya magnetik total pada kawat C = nol? Berapa nilai \(I_C\) agar gaya pada A juga nol?
Jebakan Konsep:

Jebakan pertama: C harus berada di antara A dan B, tetapi banyak siswa asal meletakkan C di tengah (\(x=15\text{ cm}\)) tanpa memeriksa apakah itu benar. Jebakan kedua: untuk gaya pada A = 0, gaya dari B dan C pada A harus saling meniadakan — arah arus C yang berlawanan (ke bawah) sangat penting untuk analisis ini.

1

Gaya per satuan panjang antara dua kawat sejajar:

$$\frac{F}{L} = \frac{\mu_0 I_1 I_2}{2\pi r}$$

Arus searah → tarik-menarik; arus berlawanan → tolak-menolak.

2

Analisis gaya pada C: C berada di jarak \(x\) dari A, sehingga jarak C ke B = \(d-x\).

Arus C ke bawah (berlawanan dengan A → tolak, berlawanan dengan B → tolak). Untuk gaya total pada C = 0:

$$F_{AC} = F_{BC} \quad\Rightarrow\quad \frac{\mu_0 I_A I_C}{2\pi x} = \frac{\mu_0 I_B I_C}{2\pi(d-x)}$$ $$\frac{I_A}{x} = \frac{I_B}{d-x} \quad\Rightarrow\quad I_A(d-x) = I_B \cdot x$$ $$6(0{,}3-x) = 3x \quad\Rightarrow\quad 1{,}8 = 9x \quad\Rightarrow\quad x = 0{,}2\text{ m} = 20\text{ cm}$$
3

Verifikasi arah: Gaya dari A pada C = tolak (ke kanan, menuju B). Gaya dari B pada C = tolak (ke kiri, menuju A). Keduanya berlawanan arah → bisa setimbang. ✓

Titik kesetimbangan lebih dekat ke B (yang lebih lemah) — masuk akal secara fisika.

4

Gaya pada A = 0: Gaya pada A berasal dari B (tarik, ke kanan) dan dari C (tolak karena arus berlawanan, ke kiri juga). Agar total = 0:

$$\frac{\mu_0 I_A I_B}{2\pi d} = \frac{\mu_0 I_A I_C}{2\pi x}$$ $$\frac{I_B}{d} = \frac{I_C}{x} \quad\Rightarrow\quad I_C = I_B \cdot \frac{x}{d} = 3 \times \frac{0{,}2}{0{,}3} = 2\text{ A}$$
Posisi C: \(x = 20\text{ cm}\) dari A  |  \(I_C = 2\text{ A}\) (ke bawah) agar gaya pada A = 0

Insight: Posisi kesetimbangan \(x/d = I_B/(I_A+I_B)\) — C lebih dekat ke kawat yang lebih lemah. Ini berlaku umum untuk dua kawat dengan arah arus yang ingin menyeimbangkan kawat ketiga. Dua syarat kesetimbangan (untuk C dan untuk A) memberikan dua persamaan yang konsisten di sini karena \(I_C\) ternyata memenuhi keduanya.

03
Induksi EMFJebakan
Batang Konduktor Bergerak di Rel
R v = 5 m/s B = 0,4 T (keluar ⊙) L = 0,5 m ? r=1Ω

Batang konduktor panjang \(L = 0{,}5\text{ m}\) bergerak ke kanan dengan kecepatan \(v = 5\text{ m/s}\) di atas rel horizontal dalam medan magnet \(B = 0{,}4\text{ T}\) yang keluar dari bidang. Batang memiliki hambatan dalam \(r = 1\text{ Ω}\) dan dihubungkan ke resistor luar \(R = 4\text{ Ω}\).

\(B\)0,4 T (keluar bidang)
\(v\)5 m/s (ke kanan)
\(L\)0,5 m
\(r\)1 Ω (hambatan batang)
\(R\)4 Ω
Tentukan EMF induksi, arus dalam rangkaian, arah arus pada batang, dan gaya yang diperlukan untuk mempertahankan kecepatan konstan!
Jebakan Konsep:

Banyak siswa melupakan hambatan dalam batang \(r\) dan langsung membagi EMF dengan \(R\) saja. Akibatnya arus dihitung terlalu besar. Juga, arah arus sering salah — perlu kaidah tangan kanan atau hukum Lenz, bukan tebakan.

1

EMF induksi (hukum Faraday / aturan fluks):

$$\varepsilon = BLv = 0{,}4 \times 0{,}5 \times 5 = 1\text{ V}$$
2

Arus dalam rangkaian: Batang sebagai sumber EMF dengan hambatan dalam \(r\):

$$I = \frac{\varepsilon}{R + r} = \frac{1}{4 + 1} = 0{,}2\text{ A}$$

Jika lupa \(r\): \(I = 1/4 = 0{,}25\text{ A}\) — salah!

3

Arah arus pada batang (Hukum Lenz):

Batang bergerak ke kanan → fluks \(\Phi = B \cdot A\) melalui rangkaian bertambah (luas loop membesar). Hukum Lenz: arus induksi harus menentang pertambahan fluks → arus menghasilkan medan ke dalam bidang di dalam loop → arus di batang mengalir dari bawah ke atas (menggunakan kaidah tangan kanan untuk loop).

4

Gaya pada batang (untuk mempertahankan kecepatan konstan):

Batang membawa arus \(I\) ke atas (\(\hat{y}\)) dalam medan \(B\) keluar (\(\hat{z}\)). Gaya Lorentz pada batang:

$$\vec{F}_{\text{magnet}} = I\vec{L}\times\vec{B} = I(L\hat{y})\times(B\hat{z}) = ILB(\hat{y}\times\hat{z}) = ILB\hat{x}$$

Hmm — arah \(\hat{x}\) = ke kanan? Itu mendorong batang makin cepat. Perlu diperiksa ulang.

Jika arus di batang ke atas (\(+\hat{y}\)) dan \(\vec{B} = +B\hat{z}\): \(\hat{y}\times\hat{z}=\hat{x}\) → gaya ke kanan. Ini justru mempercepat, bertentangan Lenz. Ini berarti arus di batang bukan ke atas — mari periksa kembali arah Lenz dengan teliti.

Koreksi: Batang bergerak ke kanan (\(+\hat{x}\)), \(\vec{B} = +\hat{z}\) (keluar). Gaya pada muatan positif: \(\vec{F} = q\vec{v}\times\vec{B} = q(v\hat{x})\times(B\hat{z}) = qvB(\hat{x}\times\hat{z}) = -qvB\hat{y}\). Jadi muatan positif terdorong ke bawah (\(-\hat{y}\)) → arus di batang dari atas ke bawah, dalam loop → arus berlawanan jarum jam saat dilihat dari atas.

Gaya Lorentz pada batang berarus (\(I\) ke bawah, \(-\hat{y}\)) di medan \(+\hat{z}\):

$$\vec{F} = I(-L\hat{y})\times(B\hat{z}) = -ILB\hat{x} \quad \text{(ke kiri = menghambat gerak)}$$

Gaya eksternal yang diperlukan agar \(v = \text{const}\):

$$F_{\text{ext}} = ILB = 0{,}2 \times 0{,}5 \times 0{,}4 = 0{,}04\text{ N (ke kanan)}$$
\(\varepsilon = 1\text{ V}\), \(I = 0{,}2\text{ A}\), arus di batang dari atas ke bawah, \(F_{\text{ext}} = 0{,}04\text{ N}\)

Insight: Hukum Lenz adalah hukum kekekalan energi dalam bentuk elektromagnetisme — arus induksi selalu menentang penyebabnya. Gaya eksternal ini dikonversi menjadi energi listrik sebesar \(P = \varepsilon I = 0{,}2\text{ W}\), yang tepat sama dengan daya yang dihamburkan di \(R+r\): \(I^2(R+r) = 0{,}04\times 5 = 0{,}2\text{ W}\). Konsisten!

04
Selektor KecepatanMulti-Step
Spektrometer Massa — Jebakan Rasio
SELEKTOR KECEPATAN E ×××× ×××× B₁ ⊗ v = E/B₁ B₂ = 0,3 T (masuk ⊗) Ion ¹²C (r₁) Ion ¹⁴C (r₂) masuk 2r₁ 2r₂

Dalam spektrometer massa, ion-ion dilewatkan melalui selektor kecepatan (medan \(E\) dan \(B_1\)) sehingga hanya ion dengan \(v = E/B_1 = 1{,}5\times10^6\text{ m/s}\) yang lolos. Ion kemudian masuk ke ruang bermedan \(B_2 = 0{,}3\text{ T}\) dan membentuk lintasan setengah lingkaran. Dua jenis ion karbon dianalisis: \(^{12}\text{C}^{2+}\) dan \(^{14}\text{C}^{2+}\) (keduanya bermuatan \(+2e\)).

\(v\)\(1{,}5\times10^6\text{ m/s}\)
\(B_2\)0,3 T
\(q\)\(+2e = 3{,}2\times10^{-19}\text{ C}\)
\(u\)\(1{,}66\times10^{-27}\text{ kg}\)
Hitung jari-jari \(r_1\) dan \(r_2\) untuk masing-masing ion. Berapa jarak pisah \(\Delta d = 2r_2 - 2r_1\) di detektor? Apakah perbedaan ini cukup untuk dideteksi?
Jebakan Konsep:

Jebakan utama: kedua ion bermuatan sama (\(+2e\)), sehingga \(r = mv/(qB_2)\) bergantung hanya pada massa. Banyak siswa lupa bahwa \(^{12}\text{C}^{2+}\) dan \(^{14}\text{C}^{2+}\) memiliki muatan sama, berbeda dari contoh soal isotop hidrogen. Jebakan kedua: jarak di detektor = \(2r\) (diameter), bukan \(r\).

1

Massa masing-masing ion:

$$m_1(^{12}\text{C}) = 12 \times 1{,}66\times10^{-27} = 1{,}992\times10^{-26}\text{ kg}$$ $$m_2(^{14}\text{C}) = 14 \times 1{,}66\times10^{-27} = 2{,}324\times10^{-26}\text{ kg}$$
2

Jari-jari lintasan: \(r = mv/(qB_2)\)

$$r_1 = \frac{1{,}992\times10^{-26}\times1{,}5\times10^6}{3{,}2\times10^{-19}\times0{,}3} = \frac{2{,}988\times10^{-20}}{9{,}6\times10^{-20}} = 0{,}311\text{ m}$$ $$r_2 = \frac{2{,}324\times10^{-26}\times1{,}5\times10^6}{3{,}2\times10^{-19}\times0{,}3} = \frac{3{,}486\times10^{-20}}{9{,}6\times10^{-20}} = 0{,}363\text{ m}$$
3

Jarak pisah di detektor:

$$\Delta d = 2r_2 - 2r_1 = 2(0{,}363 - 0{,}311) = 2\times0{,}052 = 0{,}104\text{ m} \approx 10{,}4\text{ cm}$$

Jarak 10,4 cm lebih dari cukup untuk detektor modern. Ini menunjukkan mengapa spektrometri massa sangat akurat dalam memisahkan isotop!

4

Catatan umum: Untuk ion dengan muatan sama, \(\Delta d \propto \Delta m\). Semakin besar perbedaan massa, semakin mudah dipisahkan. Prinsip ini digunakan dalam pengayaan uranium (\(^{235}\text{U}\) vs \(^{238}\text{U}\)).

\(r_1 = 31{,}1\text{ cm}\), \(r_2 = 36{,}3\text{ cm}\), \(\Delta d \approx 10{,}4\text{ cm}\)

Insight: Spektrometri massa mengeksploitasi fakta bahwa \(r = mv/(qB)\). Dengan \(v\), \(q\), dan \(B\) tetap, pengukuran \(r\) langsung memberikan massa. Ini adalah salah satu metode paling akurat untuk mengukur massa atom. Resolusi \(m/\Delta m \approx 12/2 = 6\) sudah tinggi untuk alat sederhana!

05
Fluks & ToroidJebakan
Induktansi Solenoida — Energi Tersimpan
N = 500 lilitan, ℓ = 25 cm r = 2 cm I Φ = ? B seragam Inti: (a) udara (b) besi μᵣ=500 I = 2 A → U = ? Solenoida panjang, penampang lingkaran

Sebuah solenoida memiliki \(N = 500\) lilitan, panjang \(\ell = 25\text{ cm}\), dan jari-jari penampang \(r = 2\text{ cm}\). Solenoida dialiri arus \(I = 2\text{ A}\).

\(N\)500 lilitan
\(\ell\)25 cm = 0,25 m
\(r\)2 cm = 0,02 m
\(I\)2 A
\(\mu_0\)\(4\pi\times10^{-7}\text{ H/m}\)
Hitung: (a) induktansi \(L\) dengan inti udara, (b) \(L\) dengan inti besi \(\mu_r = 500\), (c) energi magnetik yang tersimpan untuk kasus (b)!
Jebakan Konsep:

Jebakan klasik: menggunakan \(\mu_0\) saja untuk inti besi, lupa mengalikan dengan \(\mu_r\). Akibatnya energi tersimpan dihitung 500 kali lebih kecil! Jebakan kedua: lupa mengkuadratkan \(r\) saat menghitung luas penampang \(A = \pi r^2\).

1

Luas penampang solenoida:

$$A = \pi r^2 = \pi \times (0{,}02)^2 = 4\pi \times 10^{-4}\text{ m}^2 \approx 1{,}257\times10^{-3}\text{ m}^2$$
2

(a) Induktansi dengan inti udara:

$$L = \frac{\mu_0 N^2 A}{\ell} = \frac{4\pi\times10^{-7}\times500^2\times1{,}257\times10^{-3}}{0{,}25}$$ $$L = \frac{4\pi\times10^{-7}\times250000\times1{,}257\times10^{-3}}{0{,}25}$$ $$L = \frac{4\pi\times10^{-7}\times314{,}2}{0{,}25} = \frac{3{,}948\times10^{-4}}{0{,}25} \approx 1{,}58\times10^{-3}\text{ H} = 1{,}58\text{ mH}$$
3

(b) Induktansi dengan inti besi (\(\mu_r = 500\)):

$$L_{\text{besi}} = \mu_r \cdot L_{\text{udara}} = 500 \times 1{,}58\times10^{-3} = 0{,}79\text{ H}$$

Inti besi melipatgandakan induktansi 500 kali — inilah mengapa inti besi digunakan dalam transformator dan induktor daya!

4

(c) Energi magnetik tersimpan (inti besi, \(I = 2\text{ A}\)):

$$U = \frac{1}{2}LI^2 = \frac{1}{2}\times0{,}79\times(2)^2 = \frac{1}{2}\times0{,}79\times4 = 1{,}58\text{ J}$$
5

Pembanding: Jika lupa \(\mu_r\), \(U_{\text{salah}} = \frac{1}{2}\times1{,}58\times10^{-3}\times4 = 3{,}16\times10^{-3}\text{ J}\) — 500 kali lebih kecil dari jawaban benar!

(a) \(L \approx 1{,}58\text{ mH}\)  |  (b) \(L_{\text{besi}} \approx 0{,}79\text{ H}\)  |  (c) \(U \approx 1{,}58\text{ J}\)

Insight: Energi tersimpan dalam induktor \(U = \frac{1}{2}LI^2\) analog dengan energi kinetik \(\frac{1}{2}mv^2\) — di sini \(L\) analog dengan massa (inersia) dan \(I\) analog dengan kecepatan. Inti besi "membobot" induktor secara magnetik, memperbesar kapasitas penyimpanan energi.

06
Gerak HeliksMulti-Step
Partikel Masuk Medan B Bersudut
B v = 10⁶ m/s θ=30° v∥ = v·cos30° v⊥=v·sin30° pitch p = ? Proton: q=1,6×10⁻¹⁹ C, m=1,67×10⁻²⁷ kg, B=0,1 T

Sebuah proton bergerak dengan kecepatan \(v = 10^6\text{ m/s}\) membentuk sudut \(\theta = 30°\) terhadap medan magnet seragam \(B = 0{,}1\text{ T}\). Proton menjalani gerak heliks (spiral) sepanjang arah medan.

\(v\)\(10^6\text{ m/s}\)
\(\theta\)30°
\(B\)0,1 T
\(q\)\(1{,}6\times10^{-19}\text{ C}\)
\(m\)\(1{,}67\times10^{-27}\text{ kg}\)
Tentukan jari-jari heliks \(r\), periode \(T\), dan pitch (jarak maju per putaran) \(p\) dari lintasan heliks!
Jebakan Konsep:

Jebakan utama: menggunakan kecepatan penuh \(v\) untuk menghitung jari-jari, padahal yang relevan hanya komponen tegak lurus medan: \(v_\perp = v\sin\theta\). Komponen paralel \(v_\parallel = v\cos\theta\) tidak dipengaruhi medan magnet! Juga, periode heliks sama dengan periode melingkar — tidak bergantung pada \(v_\parallel\).

1

Dekomposisi kecepatan:

$$v_\perp = v\sin30° = 10^6 \times 0{,}5 = 5\times10^5\text{ m/s}$$ $$v_\parallel = v\cos30° = 10^6 \times \frac{\sqrt{3}}{2} \approx 8{,}66\times10^5\text{ m/s}$$
2

Jari-jari helix (hanya bergantung pada \(v_\perp\)):

$$r = \frac{mv_\perp}{qB} = \frac{1{,}67\times10^{-27}\times5\times10^5}{1{,}6\times10^{-19}\times0{,}1}$$ $$r = \frac{8{,}35\times10^{-22}}{1{,}6\times10^{-20}} = 0{,}0522\text{ m} \approx 5{,}22\text{ cm}$$

Jika salah gunakan \(v\): \(r = mv/(qB) = 10{,}4\text{ cm}\) — dua kali lebih besar!

3

Periode (tidak bergantung pada \(v_\perp\)!):

$$T = \frac{2\pi m}{qB} = \frac{2\pi\times1{,}67\times10^{-27}}{1{,}6\times10^{-19}\times0{,}1} = \frac{1{,}049\times10^{-26}}{1{,}6\times10^{-20}} = 6{,}56\times10^{-7}\text{ s}$$

Perhatikan: T tidak bergantung pada kecepatan! Ini disebut isokronisitas, dan merupakan prinsip dasar siklotron.

4

Pitch (jarak maju per putaran):

$$p = v_\parallel \cdot T = 8{,}66\times10^5 \times 6{,}56\times10^{-7} = 0{,}568\text{ m} \approx 56{,}8\text{ cm}$$
\(r \approx 5{,}22\text{ cm}\), \(T \approx 6{,}56\times10^{-7}\text{ s}\), \(p \approx 56{,}8\text{ cm}\)

Insight: Gerak heliks adalah superposisi gerak melingkar (akibat \(v_\perp\)) dan gerak lurus beraturan (akibat \(v_\parallel\)). Sifat isokronik periode (tak bergantung kecepatan) adalah dasar kerja siklotron — partikel yang dipercepat tetap sinkron dengan frekuensi osilator meskipun makin cepat.

07
GGL InduksiJebakan
Loop Persegi Masuk Medan Seragam
batas medan ××××× ××××× ××××× ××××× B = 0,5 T (masuk ⊗) sisi aktif v = 2 m/s a = 10 cm R = 0,5 Ω Fase: masuk sebagian

Loop kawat berbentuk persegi dengan sisi \(a = 10\text{ cm}\) dan hambatan \(R = 0{,}5\text{ Ω}\) bergerak ke kanan dengan kecepatan \(v = 2\text{ m/s}\) memasuki daerah bermedan magnet seragam \(B = 0{,}5\text{ T}\) (tegak lurus masuk bidang). Tiga fase: masuk, sepenuhnya di dalam, keluar.

\(a\)10 cm = 0,1 m
\(v\)2 m/s (konstan)
\(B\)0,5 T
\(R\)0,5 Ω
Hitung EMF induksi dan arus untuk ketiga fase! Buat profil \(\varepsilon\) vs posisi. Ke mana arah arus saat masuk vs keluar?
Jebakan Konsep:

Banyak siswa menjawab \(\varepsilon = BLv\) untuk semua fase — salah! Saat loop sepenuhnya di dalam medan seragam, fluks konstan → \(\varepsilon = 0\), tidak ada arus! Juga, arah arus saat masuk dan keluar berlawanan (keduanya mematuhi Lenz), sering tertukar.

1

Fase 1 — Masuk (0 ≤ x ≤ a):

Fluks bertambah → EMF induksi ada:

$$\varepsilon_1 = BLv = B \cdot a \cdot v = 0{,}5 \times 0{,}1 \times 2 = 0{,}1\text{ V}$$ $$I_1 = \frac{\varepsilon_1}{R} = \frac{0{,}1}{0{,}5} = 0{,}2\text{ A}$$

Arah arus: fluks masuk bertambah → Lenz → arus berlawanan jarum jam (dilihat dari depan) = arus di sisi masuk dari bawah ke atas.

2

Fase 2 — Sepenuhnya di dalam (a ≤ x ≤ 2a):

Fluks konstan \(\Phi = Ba^2\) → \(d\Phi/dt = 0\)

$$\varepsilon_2 = 0 \quad\Rightarrow\quad I_2 = 0$$

Medan seragam tidak menginduksi EMF saat loop seluruhnya di dalam — ini adalah jebakan paling sering muncul di OSN!

3

Fase 3 — Keluar (2a ≤ x ≤ 3a):

Fluks berkurang → Lenz: arus harus mempertahankan fluks → arus searah jarum jam (dilihat dari depan):

$$\varepsilon_3 = BLv = 0{,}1\text{ V} \quad I_3 = 0{,}2\text{ A}$$

Arah berlawanan dengan fase masuk!

4

Profil EMF vs posisi:

Berbentuk "top-hat": \(\varepsilon = 0{,}1\text{ V}\) saat masuk, \(\varepsilon = 0\) di dalam, \(\varepsilon = 0{,}1\text{ V}\) saat keluar (dengan arus berlawanan arah).

Gaya yang diperlukan mempertahankan \(v\): \(F = BIa = 0{,}5\times0{,}2\times0{,}1 = 0{,}01\text{ N}\) (pada fase 1 dan 3), dan \(F = 0\) di fase 2.

Masuk: \(\varepsilon=0{,}1\text{ V}\), \(I=0{,}2\text{ A}\) (berlawanan jarum jam)  |  Di dalam: \(\varepsilon=0\), \(I=0\)  |  Keluar: \(\varepsilon=0{,}1\text{ V}\), \(I=0{,}2\text{ A}\) (searah jarum jam)

Insight: EMF induksi bergantung pada perubahan fluks, bukan besar fluks. Di dalam medan seragam, fluks maksimum tapi tetap → EMF nol. Profil EMF berbentuk "top-hat" ini sering muncul sebagai soal grafik di OSN. Kehadiran EMF hanya saat sisi loop memotong garis medan!

08
Medan di Tengah LoopMulti-Step
Superposisi Medan Dua Loop Koaksial
Loop A: R_A=10cm, I_A=5A (CCW) Loop B: R_B=5cm, I_B=4A (CW) O_A B_A O_B B_B Keduanya di bidang yang sama (koplanar)

Dua loop kawat melingkar terletak pada bidang yang sama (koplanar) dan berpusat berbeda. Loop A: jari-jari \(R_A = 10\text{ cm}\), arus \(I_A = 5\text{ A}\) berlawanan jarum jam. Loop B: jari-jari \(R_B = 5\text{ cm}\), arus \(I_B = 4\text{ A}\) searah jarum jam.

\(R_A\)10 cm, \(I_A = 5\) A (berlawanan jarum jam)
\(R_B\)5 cm, \(I_B = 4\) A (searah jarum jam)
\(\mu_0\)\(4\pi\times10^{-7}\text{ T·m/A}\)
Hitung medan magnet di pusat masing-masing loop (\(O_A\) dan \(O_B\)) secara terpisah. Jika dua loop ini diletakkan konsentrik (pusat sama), berapa medan di pusat gabungan?
Jebakan Konsep:

Jebakan: ketika dua loop koplanar terpisah (bukan konsentrik), medan di pusat A akibat loop B bukan nol — tetapi menghitungnya memerlukan hukum Biot-Savart yang sangat kompleks. Soal ini menguji apakah siswa mengerti bahwa rumus \(B = \mu_0 I/(2R)\) hanya berlaku di pusat loop itu sendiri. Untuk bagian konsentrik, superposisi berlaku langsung.

1

Medan di pusat loop A (\(O_A\)) akibat loop A sendiri:

$$B_A = \frac{\mu_0 I_A}{2R_A} = \frac{4\pi\times10^{-7}\times5}{2\times0{,}10} = \frac{2\pi\times10^{-6}}{0{,}20} = \pi\times10^{-5}\text{ T} \approx 3{,}14\times10^{-5}\text{ T}$$

Arah: arus berlawanan jarum jam → medan ke luar bidang (\(+\hat{z}\)) di \(O_A\).

2

Medan di pusat loop B (\(O_B\)) akibat loop B sendiri:

$$B_B = \frac{\mu_0 I_B}{2R_B} = \frac{4\pi\times10^{-7}\times4}{2\times0{,}05} = \frac{1{,}6\pi\times10^{-6}}{0{,}10} = 1{,}6\pi\times10^{-5}\text{ T} \approx 5{,}03\times10^{-5}\text{ T}$$

Arah: arus searah jarum jam → medan ke dalam bidang (\(-\hat{z}\)) di \(O_B\).

3

Catatan penting untuk loop terpisah (tidak konsentrik):

Rumus \(B=\mu_0 I/(2R)\) hanya valid di pusat loop sendiri. Kontribusi loop A ke titik \(O_B\) (dan sebaliknya) memerlukan Biot-Savart numerik — tidak dapat dihitung dengan rumus sederhana!

Ini adalah jebakan soal yang menguji pemahaman batas berlakunya rumus.

4

Kasus konsentrik (pusat sama): Superposisi berlaku di titik pusat bersama:

$$B_{\text{total}} = B_A - B_B = \pi\times10^{-5} - 1{,}6\pi\times10^{-5} = -0{,}6\pi\times10^{-5}\text{ T}$$ $$|B_{\text{total}}| = 0{,}6\pi\times10^{-5} \approx 1{,}885\times10^{-5}\text{ T}$$

Arah: ke dalam bidang (\(-\hat{z}\)), karena loop B lebih dominan (medan lebih kuat).

\(B_A \approx 3{,}14\times10^{-5}\text{ T}\) ke luar; \(B_B \approx 5{,}03\times10^{-5}\text{ T}\) ke dalam; Konsentrik: \(B \approx 1{,}89\times10^{-5}\text{ T}\) ke dalam

Insight: Rumus \(B = \mu_0 I/(2R)\) adalah hasil integrasi Biot-Savart yang hanya berlaku tepat di pusat loop. Superposisi medan hanya sesederhana penjumlahan vektor ketika kita mengevaluasi di satu titik yang sama — titik pusat konsentrik. Di titik lain, setiap elemen arus berkontribusi dengan jarak dan sudut yang berbeda.

09
TransformatorJebakan Efisiensi
Transformator Tidak Ideal — Rugi Daya
V_P = 220 V N_P = 1000 V_S = ? N_S = 200 R_L 40 Ω AC Efisiensi η = 80% Inti besi (ada rugi)

Sebuah transformator step-down memiliki gulungan primer \(N_P = 1000\) lilitan dengan \(V_P = 220\text{ V}\) dan gulungan sekunder \(N_S = 200\) lilitan. Transformator beroperasi dengan efisiensi \(\eta = 80\%\). Beban pada sekunder: \(R_L = 40\text{ Ω}\).

\(N_P / N_S\)1000 / 200
\(V_P\)220 V
\(\eta\)80%
\(R_L\)40 Ω
Hitung: (a) tegangan sekunder ideal \(V_S\), (b) arus sekunder, (c) daya yang diserap beban, (d) daya yang harus disuplai sumber, (e) rugi daya dalam transformator!
Jebakan Konsep:

Jebakan: menggunakan rumus \(V_S/V_P = N_S/N_P\) lalu langsung menghitung \(I_P = I_S \cdot N_S/N_P\) dengan asumsi transformator ideal. Padahal dengan \(\eta = 80\%\), daya primer harus lebih besar dari daya sekunder. Rumus rasio tegangan tetap berlaku (ditentukan jumlah lilitan), tetapi hubungan arus primer-sekunder berubah!

1

(a) Tegangan sekunder (bergantung rasio lilitan, tidak bergantung efisiensi):

$$V_S = V_P \times \frac{N_S}{N_P} = 220 \times \frac{200}{1000} = 44\text{ V}$$
2

(b) Arus sekunder (ke beban):

$$I_S = \frac{V_S}{R_L} = \frac{44}{40} = 1{,}1\text{ A}$$
3

(c) Daya yang diserap beban (daya output):

$$P_{\text{out}} = V_S \cdot I_S = 44 \times 1{,}1 = 48{,}4\text{ W}$$

atau \(P_{\text{out}} = V_S^2/R_L = 44^2/40 = 48{,}4\text{ W}\). ✓

4

(d) Daya yang disuplai sumber (daya input):

$$\eta = \frac{P_{\text{out}}}{P_{\text{in}}} \quad\Rightarrow\quad P_{\text{in}} = \frac{P_{\text{out}}}{\eta} = \frac{48{,}4}{0{,}80} = 60{,}5\text{ W}$$

Arus primer:

$$I_P = \frac{P_{\text{in}}}{V_P} = \frac{60{,}5}{220} = 0{,}275\text{ A}$$

Bandingkan dengan transformator ideal: \(I_P = I_S \cdot N_S/N_P = 1{,}1\times0{,}2 = 0{,}22\text{ A}\) — lebih kecil. Dengan rugi, sumber harus menyuplai lebih banyak arus.

5

(e) Rugi daya dalam transformator:

$$P_{\text{rugi}} = P_{\text{in}} - P_{\text{out}} = 60{,}5 - 48{,}4 = 12{,}1\text{ W}$$

Ini adalah energi yang terbuang sebagai panas di inti besi (histeresis & eddy currents) dan di kawat.

\(V_S = 44\text{ V}\), \(I_S = 1{,}1\text{ A}\), \(P_{\text{out}} = 48{,}4\text{ W}\), \(P_{\text{in}} = 60{,}5\text{ W}\), \(P_{\text{rugi}} = 12{,}1\text{ W}\)

Insight: Rasio tegangan transformator selalu ditentukan oleh geometri (jumlah lilitan) — bukan efisiensi. Efisiensi mempengaruhi hubungan daya dan arus. Transformator nyata rugi karena: (1) resistansi kawat, (2) histeresis inti, (3) arus eddy. Inti besi dilaminasi justru untuk mengurangi arus eddy!

10
Gaya HallJebakan OSN
Efek Hall — Menentukan Jenis Pembawa Muatan
I B = 0,2 T (ke atas +z) V_H = ? (d = 2mm) ++++++ sisi bawah: − sisi atas: + t=1mm, w=2mm, L=5cm

Sebuah konduktor pelat (semikonduktor tipe-n, pembawa muatan: elektron) dialiri arus \(I = 100\text{ mA}\) dalam arah \(+x\). Medan magnet \(B = 0{,}2\text{ T}\) diarahkan ke atas \((+z)\). Dimensi: tebal \(t = 1\text{ mm}\), lebar \(w = 2\text{ mm}\). Konsentrasi elektron \(n = 5\times10^{22}\text{ m}^{-3}\).

\(I\)100 mA = 0,1 A
\(B\)0,2 T (arah \(+z\))
\(t \times w\)1 mm × 2 mm
\(n\)\(5\times10^{22}\text{ m}^{-3}\)
\(e\)\(1{,}6\times10^{-19}\text{ C}\)
Tentukan: (a) kecepatan drift elektron, (b) besar dan arah tegangan Hall \(V_H\), (c) jika tipe-p (hole), apakah \(V_H\) berubah tanda? Jelaskan!
Jebakan Konsep:

Jebakan ganda! (1) Arus \(I\) dalam arah \(+x\), tetapi elektron bergerak ke arah \(-x\) (berlawanan arus konvensional). Gaya Lorentz pada elektron: \(\vec{F} = q\vec{v}\times\vec{B} = (-e)(-v_d\hat{x})\times(B\hat{z}) = ev_dB(\hat{x}\times\hat{z}) = -ev_dB\hat{y}\). Elektron terdorong ke \(-y\). (2) Banyak siswa berpikir hole berperilaku sama — padahal hole bergerak ke \(+x\), mengalami gaya ke \(-y\) juga, tetapi karena muatannya positif, tanda \(V_H\) berbalik.

1

(a) Kecepatan drift elektron:

Arus listrik: \(I = nev_d A\), di mana \(A = t \times w\):

$$A = 1\times10^{-3} \times 2\times10^{-3} = 2\times10^{-6}\text{ m}^2$$ $$v_d = \frac{I}{neA} = \frac{0{,}1}{5\times10^{22}\times1{,}6\times10^{-19}\times2\times10^{-6}}$$ $$v_d = \frac{0{,}1}{5\times10^{22}\times3{,}2\times10^{-25}} = \frac{0{,}1}{1{,}6\times10^{-2}} = 6{,}25\text{ m/s}$$

Kecepatan drift sangat kecil — bukan kecepatan gelombang EM! Elektron "merangkak" perlahan di konduktor.

2

(b) Gaya Lorentz pada elektron (arah \(-x\) karena arus \(+x\)):

$$\vec{v}_e = -v_d\hat{x}, \quad \vec{B} = B\hat{z}$$ $$\vec{F} = q\vec{v}\times\vec{B} = (-e)(-v_d\hat{x})\times(B\hat{z}) = ev_dB(\hat{x}\times\hat{z}) = -ev_dB\hat{y}$$

Elektron terdorong ke arah \(-y\) (ke bawah). Elektron menumpuk di bawah → sisi bawah bermuatan negatif, sisi atas positif.

3

Kesetimbangan Hall (gaya listrik = gaya magnetik):

$$eE_H = ev_dB \quad\Rightarrow\quad E_H = v_dB = 6{,}25\times0{,}2 = 1{,}25\text{ V/m}$$

Tegangan Hall:

$$V_H = E_H \times w = 1{,}25\times2\times10^{-3} = 2{,}5\times10^{-3}\text{ V} = 2{,}5\text{ mV}$$

Polaritas: sisi atas (\(+y\)) positif relatif sisi bawah (\(-y\)).

4

(c) Tipe-p (hole, muatan \(+e\), bergerak ke \(+x\)):

$$\vec{v}_{\text{hole}} = +v_d\hat{x}, \quad \vec{F} = (+e)(v_d\hat{x})\times(B\hat{z}) = ev_dB(\hat{x}\times\hat{z}) = -ev_dB\hat{y}$$

Hole juga terdorong ke \(-y\) (sama dengan elektron!). Tetapi hole adalah muatan positif → sisi bawah menjadi positif, sisi atas negatif.

Tanda \(V_H\) berbalik untuk tipe-p vs tipe-n, meskipun besar sama. Inilah cara efek Hall menentukan tipe semikonduktor!

\(v_d = 6{,}25\text{ m/s}\), \(V_H = 2{,}5\text{ mV}\) (atas positif, tipe-n); Tipe-p: \(V_H = 2{,}5\text{ mV}\) (atas negatif) — tanda berbalik!

Insight: Efek Hall adalah salah satu cara langsung menentukan tipe dan konsentrasi pembawa muatan dalam semikonduktor. Sensor Hall digunakan di hampir semua ponsel (kompas digital), motor listrik brushless, dan pembacaan posisi. Tanda tegangan Hall secara eksperimen membedakan tipe-n dan tipe-p — ini tidak bisa dilakukan dengan pengukuran hambatan biasa!