Tingkat OSN Nasional

Fisika Fluida:
Jebakan & Multi-Step

Enam soal pilihan OSN dengan diagram interaktif, jebakan konsep, dan pembahasan super detail. Klik tombol untuk membuka pembahasan.

Air
Raksa
Minyak
Es
Timbal
01
HidrostatisJebakan
U-pipe Raksa + Air
level awal 2 cm 2 cm 4 cm h ? Air Hg Hg P₀ P₀

Sebuah pipa U terbuka pada kedua ujungnya, mula-mula berisi raksa dengan permukaan setinggi pada kedua lengan. Kemudian air ditambahkan ke lengan kiri hingga permukaan raksa di lengan kiri turun 2 cm dan di lengan kanan naik 2 cm.

\(\rho_{\text{Hg}}\)13.600 kg/m³
\(\rho_{\text{air}}\)1.000 kg/m³
\(g\)10 m/s²
Tentukan tinggi kolom air \(h\) yang ditambahkan!
Jebakan Konsep:

Banyak peserta hanya menggunakan \(\Delta h = 2\text{ cm}\) (selisih satu sisi saja), padahal yang menentukan tekanan adalah selisih tinggi raksa total antara kedua lengan, yaitu \(2\Delta h = 4\text{ cm}\).

1

Identifikasi titik selevel. Pilih titik A di permukaan raksa lengan kiri (di bawah kolom air) dan titik B di permukaan raksa lengan kanan. Kedua titik ini tidak selevel — B lebih tinggi oleh \(2\Delta h\).

2

Tekanan di titik A (dari lengan kiri, turun dari atas):

$$P_A = P_0 + \rho_{\text{air}} \cdot g \cdot h$$
3

Tekanan di titik B (dari lengan kanan, langsung di atas raksa):

$$P_B = P_0$$
4

Hubungkan A dan B melalui kolom raksa. Tekanan di titik A = tekanan di titik yang selevel dengan A pada lengan kanan:

$$P_A = P_B + \rho_{\text{Hg}} \cdot g \cdot (2\Delta h)$$

di mana \(2\Delta h = 4\text{ cm} = 0{,}04\text{ m}\) adalah selisih tinggi raksa total.

5

Substitusi dan selesaikan:

$$P_0 + \rho_{\text{air}} \cdot g \cdot h = P_0 + \rho_{\text{Hg}} \cdot g \cdot 2\Delta h$$ $$\rho_{\text{air}} \cdot h = \rho_{\text{Hg}} \cdot 2\Delta h$$ $$h = \frac{\rho_{\text{Hg}} \cdot 2\Delta h}{\rho_{\text{air}}} = \frac{13.600 \times 0{,}04}{1.000}$$
6

Perhatikan! Nilai \(h\) yang dihitung adalah tinggi air di atas raksa di lengan kiri. Tetapi permukaan raksa lengan kiri turun sebesar \(\Delta h = 2\text{ cm}\), jadi kolom air yang dituangkan (diukur dari level awal raksa) adalah:

$$h_{\text{tuang}} = h - \Delta h = 54{,}4 - 2 = 52{,}4\text{ cm}$$

Namun, jika soal menanyakan "tinggi kolom air di atas permukaan raksa saat ini", jawabannya \(h = 54{,}4\text{ cm}\). Pembahasan di atas mengasumsikan yang ditanya adalah tinggi kolom air di atas antarmuka air–raksa.

\(h = 54{,}4\text{ cm}\)  (di atas permukaan raksa di lengan kiri)

Insight: Selisih tekanan diukur oleh selisih tinggi raksa total \(2\Delta h\), bukan \(\Delta h\) satu sisi. Ini analog dengan prinsip manometer U yang selalu mengukur \(\Delta P = \rho g \cdot \Delta h_{\text{total}}\).

02
HidrostatisMulti-Step
Es + Timbal Mengapung
SEBELUM MELELEH Es Pb level air Fb W SESUDAH MELELEH Pb level air level lama turun

Sebuah balok es bermassa \(m_{\text{es}} = 100\text{ g}\) mengandung bola timbal bermassa \(m_{\text{Pb}} = 50\text{ g}\) yang tertanam di dalamnya. Sistem ini mengapung di dalam air dalam sebuah wadah berpenampang \(A = 100\text{ cm}^2\).

\(\rho_{\text{air}}\)1.000 kg/m³
\(\rho_{\text{es}}\)900 kg/m³
\(\rho_{\text{Pb}}\)11.340 kg/m³
\(A\)100 cm²
Tentukan perubahan tinggi permukaan air setelah es seluruhnya meleleh! (Naik/turun/ tetap, dan berapa cm?)
Jebakan Konsep:

Banyak siswa menjawab "tetap" karena mengingat hasil klasik: es murni yang mengapung di air → level tidak berubah saat meleleh. Tetapi di sini ada timbal yang semula terangkat oleh es, lalu tenggelam setelah es meleleh. Ini mengubah volume displasemen!

1

Volume air yang dipindahkan saat mengapung (dari hukum Archimedes, syarat setimbang):

$$F_b = W_{\text{total}} \quad\Rightarrow\quad \rho_{\text{air}} \cdot g \cdot V_{\text{disp}} = (m_{\text{es}} + m_{\text{Pb}}) \cdot g$$ $$V_{\text{disp}} = \frac{m_{\text{es}} + m_{\text{Pb}}}{\rho_{\text{air}}} = \frac{0{,}100 + 0{,}050}{1.000} = 1{,}50 \times 10^{-4}\text{ m}^3 = 150\text{ cm}^3$$
2

Setelah es meleleh, es berubah menjadi air:

$$V_{\text{air dari es}} = \frac{m_{\text{es}}}{\rho_{\text{air}}} = \frac{0{,}100}{1.000} = 1{,}00 \times 10^{-4}\text{ m}^3 = 100\text{ cm}^3$$

Timbal tenggelam ke dasar, volume yang tercelup:

$$V_{\text{Pb}} = \frac{m_{\text{Pb}}}{\rho_{\text{Pb}}} = \frac{0{,}050}{11.340} = 4{,}41 \times 10^{-6}\text{ m}^3 \approx 4{,}41\text{ cm}^3$$
3

Total volume yang "mengisi" bak setelah meleleh:

$$V_{\text{total akhir}} = V_{\text{air dari es}} + V_{\text{Pb}} = 100 + 4{,}41 = 104{,}41\text{ cm}^3$$

Volume displasemen awal = \(150\text{ cm}^3\).

4

Perubahan volume displasemen:

$$\Delta V = V_{\text{total akhir}} - V_{\text{disp}} = 104{,}41 - 150 = -45{,}59\text{ cm}^3$$

Negatif → volume air di bak berkurang → permukaan air turun.

5

Perubahan tinggi permukaan air:

$$\Delta h = \frac{\Delta V}{A} = \frac{-45{,}59}{100} = -0{,}456\text{ cm}$$
Permukaan air turun sebesar \(\approx 0{,}46\text{ cm}\)

Insight: Untuk es murni: \(V_{\text{disp}} = m_{\text{es}}/\rho_{\text{air}} = V_{\text{air dari es}}\) → level tetap. Tapi timbal semula "ikut terangkat" es (memerlukan displasemen lebih besar), dan setelah es meleleh timbal hanya displasemen \(m_{\text{Pb}}/\rho_{\text{Pb}} \ll m_{\text{Pb}}/\rho_{\text{air}}\). Selisih inilah yang menyebabkan penurunan.

03
HidrodinamikaJebakan + Multi-Step
Venturi Meter
D₁ = 10 cm D₂ = 6 cm v₁ v₂ Δh=8cm

Udara mengalir melalui pipa venturi seperti pada diagram. Penampang pipa lebar \(D_1 = 10\text{ cm}\) menyempit menjadi \(D_2 = 6\text{ cm}\). Manometer U berisi raksa menunjukkan selisih tinggi \(\Delta h = 8\text{ cm}\).

\(\rho_{\text{Hg}}\)13.600 kg/m³
\(\rho_{\text{udara}}\)1,2 kg/m³
\(g\)10 m/s²
Tentukan kecepatan udara di penampang lebar \(v_1\)!
Jebakan Konsep:

Dua jebakan sekaligus! (1) Menggunakan \(\rho_{\text{Hg}}\) dalam persamaan Bernoulli — padahal fluida yang mengalir adalah udara, jadi yang benar adalah \(\rho_{\text{udara}}\). (2) Lupa bahwa \(\Delta P\) dari manometer dihitung dengan \(\rho_{\text{Hg}} \cdot g \cdot \Delta h\), bukan \(\rho_{\text{udara}}\).

1

Hitung selisih tekanan dari manometer (ini menggunakan \(\rho_{\text{Hg}}\)):

$$\Delta P = P_1 - P_2 = \rho_{\text{Hg}} \cdot g \cdot \Delta h = 13.600 \times 10 \times 0{,}08 = 10.880\text{ Pa}$$
2

Persamaan Bernoulli untuk udara (diasumsikan tak-kompresibel, horizontal):

$$P_1 + \tfrac{1}{2}\rho_{\text{udara}}\,v_1^2 = P_2 + \tfrac{1}{2}\rho_{\text{udara}}\,v_2^2$$ $$\Delta P = \tfrac{1}{2}\rho_{\text{udara}}(v_2^2 - v_1^2)$$

Perhatikan: di sini yang digunakan adalah \(\rho_{\text{udara}}\), BUKAN \(\rho_{\text{Hg}}\)! Inilah jebakan utama.

3

Persamaan kontinuitas untuk menghubungkan \(v_1\) dan \(v_2\):

$$A_1 v_1 = A_2 v_2 \quad\Rightarrow\quad v_2 = \frac{A_1}{A_2}\,v_1 = \left(\frac{D_1}{D_2}\right)^2 v_1 = \left(\frac{10}{6}\right)^2 v_1 = \frac{25}{9}\,v_1$$
4

Substitusi ke Bernoulli:

$$\Delta P = \tfrac{1}{2}\rho_{\text{udara}}\left[\left(\frac{25}{9}\right)^2 v_1^2 - v_1^2\right]$$ $$\Delta P = \tfrac{1}{2}\rho_{\text{udara}}\,v_1^2\left(\frac{625}{81} - 1\right) = \tfrac{1}{2}\rho_{\text{udara}}\,v_1^2 \cdot \frac{544}{81}$$ $$10.880 = \tfrac{1}{2} \times 1{,}2 \times v_1^2 \times \frac{544}{81}$$ $$10.880 = 0{,}6 \times 6{,}716 \times v_1^2 = 4{,}030 \times v_1^2$$
5

Selesaikan:

$$v_1 = \sqrt{\frac{10.880}{4{,}030}} = \sqrt{2.699{,}8} \approx 52{,}0\text{ m/s}$$
\(v_1 \approx 52{,}0\text{ m/s}\)

Insight: Dalam venturi meter, ada dua kepadatan berbeda yang berperan: \(\rho_{\text{manometer}}\) untuk menghitung \(\Delta P\), dan \(\rho_{\text{fluida alir}}\) dalam persamaan Bernoulli. Mencampuradukkan keduanya adalah kesalahan paling fatal dalam soal ini.

04
HidrostatisMulti-Step
Dua Wadah Terhubung + Minyak
Wadah A A₁ = 200 cm² level awal Δ₁ Wadah B A₂ = 50 cm² Minyak Δ₂ 20cm

Dua wadah silinder dengan penampang berbeda terhubung di bagian bawah. Wadah A berpenampang \(A_1 = 200\text{ cm}^2\), wadah B berpenampang \(A_2 = 50\text{ cm}^2\). Mula-mula kedua wadah berisi air dengan permukaan setinggi. Kemudian minyak (\(\rho_{\text{oil}} = 800\text{ kg/m}^3\)) dituangkan ke wadah B setinggi \(h_{\text{oil}} = 20\text{ cm}\).

\(\rho_{\text{air}}\)1.000 kg/m³
\(\rho_{\text{oil}}\)800 kg/m³
Berapa cm kenaikan permukaan air di wadah A?
Jebakan Konsep:

Dua jebakan: (1) Lupa kekekalan volume — air di B turun saat minyak ditekan, bukan tetap. (2) Menganggap \(\Delta_1 = \Delta_2\) padahal penampang berbeda, sehingga perubahan tinggi air di kedua wadah tidak sama.

1

Kekekalan volume air. Air yang "hilang" dari B sama dengan air yang "datang" ke A:

$$A_1 \cdot \Delta_1 = A_2 \cdot \Delta_2 \quad\Rightarrow\quad 200\,\Delta_1 = 50\,\Delta_2 \quad\Rightarrow\quad \Delta_2 = 4\,\Delta_1$$
2

Keseimbangan tekanan di dasar (di level pipa penghubung). Tekanan dari sisi A = tekanan dari sisi B:

$$\rho_{\text{air}} \cdot g \cdot (h_0 + \Delta_1) = \rho_{\text{oil}} \cdot g \cdot h_{\text{oil}} + \rho_{\text{air}} \cdot g \cdot (h_0 - \Delta_2)$$

\(h_0\) (tinggi air awal) hilang saat kedua ruas dikurangkan:

$$\rho_{\text{air}} \cdot \Delta_1 + \rho_{\text{air}} \cdot \Delta_2 = \rho_{\text{oil}} \cdot h_{\text{oil}}$$
3

Substitusi \(\Delta_2 = 4\Delta_1\):

$$\rho_{\text{air}} \cdot \Delta_1 + \rho_{\text{air}} \cdot 4\Delta_1 = \rho_{\text{oil}} \cdot h_{\text{oil}}$$ $$5\,\rho_{\text{air}} \cdot \Delta_1 = \rho_{\text{oil}} \cdot h_{\text{oil}}$$ $$\Delta_1 = \frac{\rho_{\text{oil}} \cdot h_{\text{oil}}}{5\,\rho_{\text{air}}} = \frac{800 \times 20}{5 \times 1.000} = \frac{16.000}{5.000}$$
4

Hasil:

$$\Delta_1 = 3{,}2\text{ cm}$$

Verifikasi: \(\Delta_2 = 4 \times 3{,}2 = 12{,}8\text{ cm}\). Air di B turun 12,8 cm. Minyak setinggi 20 cm "menggantikan" sebagian air. Cek: \(5 \times 1000 \times 3{,}2 = 16.000 = 800 \times 20\) ✓

\(\Delta_1 = 3{,}2\text{ cm}\)

Insight: Ketika penampang berbeda, perubahan tinggi air di masing-masing wadah berbeda pula. Faktor rasio penampang (\(A_1/A_2\)) muncul secara alami dari kekekalan volume dan mempengaruhi hasil akhir secara signifikan.

05
HidrodinamikaMulti-Step
Torricelli di Lift
θ v h = 30 cm a = 3 m/s² g a g' Bak di dalam lift yang berakselerasi

Bak berisi air diletakkan di dalam lift yang berakselerasi horizontal dengan \(a = 3\text{ m/s}^2\). Permukaan air menjadi miring. Terdapat lubang kecil di tengah dinding samping bak, pada kedalaman \(h = 30\text{ cm}\) diukur tegak lurus permukaan air dari titik terdekat.

\(g\)10 m/s²
\(a\)3 m/s² (horizontal)
\(h\)30 cm (tegak lurus permukaan)
Tentukan kecepatan air yang keluar dari lubang!
Jebakan Konsep:

Menggunakan \(v = \sqrt{2gh}\) langsung — padahal dalam kerangka non-inersia (lift berakselerasi), gravitasi efektif bukan \(g\) melainkan \(g' = \sqrt{g^2 + a^2}\). Juga, kedalaman \(h\) harus diukur tegak lurus permukaan air, bukan vertikal.

1

Analisis permukaan air. Dalam kerangka acuan lift (non-inersia), terdapat gaya semu \(-m\vec{a}\) selain gravitasi. Permukaan air menjadi tegak lurus terhadap gravitasi efektif:

$$\vec{g}' = \vec{g} + (-\vec{a}) \quad\Rightarrow\quad g' = \sqrt{g^2 + a^2} = \sqrt{10^2 + 3^2} = \sqrt{109} \approx 10{,}44\text{ m/s}^2$$
2

Sudut kemiringan permukaan:

$$\tan\theta = \frac{a}{g} = \frac{3}{10} = 0{,}3 \quad\Rightarrow\quad \theta \approx 16{,}7°$$
3

Terapan Torricelli dalam kerangka non-inersia. Persamaan Bernoulli tetap berlaku jika kita mengganti \(g\) dengan \(g'\), karena fluida "merasakan" gravitasi efektif. Kedalaman \(h = 30\text{ cm}\) sudah diukur tegak lurus permukaan (arah \(\vec{g}'\)), sehingga:

$$v = \sqrt{2\,g'\,h} = \sqrt{2 \times 10{,}44 \times 0{,}30}$$ $$v = \sqrt{6{,}264} \approx 2{,}50\text{ m/s}$$
4

Verifikasi: mengapa ini benar?

Dalam kerangka lift, fluida dalam keadaan setimbang relatif terhadap bak. Tekanan hidrostatis menjadi \(P = P_0 + \rho\,g'\,d\) dengan \(d\) = kedalaman tegak lurus permukaan. Persamaan Bernoulli antara permukaan dan lubang (keduanya diam relatif terhadap bak) menghasilkan rumus Torricelli yang sama dengan \(g\) diganti \(g'\).

\(v \approx 2{,}50\text{ m/s}\)

Insight: Prinsip umum: dalam kerangka non-inersia dengan akselerasi konstan, ganti semua kemunculan \(g\) dengan \(g' = |\vec{g} - \vec{a}_{\text{kerangka}}|\). Ini berlaku untuk Torricelli, tekanan hidrostatis, kapiler, dan lainnya — selama akselerasi konstan dan fluida sudah setimbang relatif terhadap wadah.

06
KapilaritasJebakan Konsep
Kapiler Ditekan
KEADAAN AWAL h = 3 cm θ = 0° DITEKAN (h/2 di atas air) 1,5 cm θ' = ? Tumpah?

Pipa kapiler berjari-jari dalam \(r = 0{,}5\text{ mm}\) dicelupkan vertikal ke dalam air. Air naik setinggi \(h = 3\text{ cm}\) dengan sudut kontak \(\theta = 0°\). Kemudian pipa ditekan ke bawah sehingga hanya tersisa \(h/2 = 1{,}5\text{ cm}\) pipa yang berada di atas permukaan air di luar kapiler.

\(\rho_{\text{air}}\)1.000 kg/m³
\(g\)10 m/s²
\(\theta_{\text{awal}}\)
Apakah air tumpah dari ujung atas pipa? Jika tidak, tentukan sudut kontak baru \(\theta'\) dan tegangan permukaan air \(\gamma\)!
Jebakan Konsep:

Intuisi awal hampir semua peserta: "Air pasti tumpah karena kapiler tidak cukup tinggi." Salah! Air TIDAK tumpah. Meniskus menyesuaikan kelengkungannya — sudut kontak berubah sehingga gaya kapiler berkurang dan tepat menahan kolom yang lebih pendek. Ini salah satu jebakan paling elegan dalam fisika fluida.

1

Jawaban langsung: Air TIDAK tumpah. Sistem menemukan kesetimbangan baru dengan sudut kontak \(\theta' > 0°\).

2

Hitung tegangan permukaan \(\gamma\) dari data awal (sebelum ditekan):

$$h = \frac{2\gamma \cos\theta}{\rho\, g\, r} \quad\Rightarrow\quad 0{,}03 = \frac{2\gamma \cdot \cos 0°}{1.000 \times 10 \times 0{,}0005}$$ $$0{,}03 = \frac{2\gamma}{5} \quad\Rightarrow\quad \gamma = \frac{0{,}03 \times 5}{2} = 0{,}075\text{ N/m}$$

Nilai ini sangat dekat dengan tegangan permukaan air sesungguhnya (\(\approx 0{,}073\text{ N/m}\) pada 20°C). Soal ini menggunakan data realistis!

3

Setelah ditekan, tinggi kolom air menjadi \(h' = h/2 = 1{,}5\text{ cm} = 0{,}015\text{ m}\). Persamaan kapilaritas:

$$h' = \frac{2\gamma \cos\theta'}{\rho\, g\, r}$$ $$0{,}015 = \frac{2 \times 0{,}075 \times \cos\theta'}{1.000 \times 10 \times 0{,}0005}$$ $$0{,}015 = \frac{0{,}15\,\cos\theta'}{5} = 0{,}03\,\cos\theta'$$ $$\cos\theta' = \frac{0{,}015}{0{,}03} = 0{,}5$$
4

Sudut kontak baru:

$$\theta' = \arccos(0{,}5) = 60°$$
5

Mengapa tidak tumpah? Argumen fisika:

Gaya kapiler ke atas \(= 2\pi r \gamma \cos\theta'\). Saat \(\theta' = 0°\), gaya ini maksimum dan menahan kolom \(h = 3\text{ cm}\). Saat pipa ditekan, kolom yang perlu ditahan hanya \(h/2\). Sistem mengurangi gaya kapiler dengan menaikkan \(\theta'\) dari \(0°\) menjadi \(60°\), sehingga \(\cos\theta'\) berkurang setengah dan gaya tepat setara dengan berat kolom baru. Tidak ada kelebihan gaya yang menyebabkan tumpah.

边界条件 (batas): Air baru tumpah jika pipa ditekan sampai \(h' < h_{\min}\) di mana \(\theta'\) mencapai \(90°\) (\(\cos 90° = 0\)). Artinya jika pipa ditekan sampai ujung atas di bawah permukaan air luar — tapi itu bukan "tumpah", itu hanya terendam sepenuhnya.

Air TIDAK tumpah. \(\gamma = 0{,}075\text{ N/m}\), \(\theta' = 60°\)

Insight: Ini adalah versi "invers" dari paradoks kapiler klasik. Banyak siswa berpikir kenaikan kapiler adalah "paksaan" yang harus ditampilkan sepenuhnya. Padahal kenaikan kapiler adalah hasil kesetimbangan — jika geometri berubah, sistem menemukan kesetimbangan baru dengan menyesuaikan sudut kontak. Meniskus adalah variabel bebas, bukan konstanta!